1. Principal-Agent Problem Dalam Kemitraan Pertanian

Principal-Agent Problem in Agricultural Partnership

  • Hirwan Hamidi Fakultas Pertanian Universiatas Mataram
Keywords: Kemitraan, Principal, Agent, Business Parnership

Abstract

Abstrak

Kemitraan antara petani pemilik lahan (principal) dengan petani lain yang bertindak sebagai penyakap dalam sistem bagi hasil atau penyewa (agent) telah lama berlangsung.Tulisan ini menelaah aspek teoritis dari hubungan tersebut dengan mengambil kasus kemitraan dalam agribisnis tembakau virginia yang transaksinya berada pada kondisi informasi tidak sempurna. Hasil studi empiris menunjukkan, bahwa kemitraan dalam agribisnis tembakau virginia di Pulau Lombok telah berdampak terhadap semakin berkembangnya kelembagaan penyewaan tanah sebagai konsekuensi dari luas kepemilikan lahan yang relatif sempit (0,56 ha) sementara kemitraan mempersyaratkan luas lahan minimal 1,75 hektar. Sesuai dengan teori agency, pilihan bagi para petani pemilik tanah (principal) dan petani tembakau yang bertindak sebagai penyewa (agent) merupakan alternatif terbaik karena masing-masing pihak mendapatkan penerimaan maksimum. Mengingat principal netral terhadap risiko maka ia tetap memperoleh penerimaan sebesar harga sewa yang telah disepakati meskipun hasil panen agent mengalami kegagalan karena faktor iklim. Demikian halnya dengan petani tembakau penyewa lahan (agent), mengingat adanya beban risiko yang ditanggung maka agent akan berusaha mencurahkan semua sumberdaya yang dimiliki untuk memaksimumkan penerimaannya karena semakin tinggi beban risiko

yang ditanggung semakin besar insentif yang akan diterima dibanding tidak ada beban risiko yang hanya menerima upah tetap.

Abstract

Partnership between farmer owner (principal) and farmer sharecroper or leaser (agent) has been exist for long time.  This paper studies theoritical aspect from their relationship with case of partnership in virginea tobacco farm industries with its transaction under imperfect information situation.  The empirical study result shows that partenrship in virginea tobacco farm industries in Lombok Isalnd has given effect to increase land leasing because the size of land owned by farmers very low (0.56 ha) while the partnership system needs minimum size 1.75 ha for each.  Based on Agecy Theory, the choice of principal and agent is a best alternative because each side earn maksimum benefit.  Considering principals are neutral to risk, they always earn economic benefit in amount of the price of leasing their land although agent faced failure in harvesting.  Similarly, agent will all out use their resource because they load with high risk.  This is applied because theoritically the higher the risk the more benefit will earn compare to work for fixed wage only.

Author Biography

Hirwan Hamidi, Fakultas Pertanian Universiatas Mataram

Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UNRAM

Published
2018-06-07