PARADOKS EKSPANSI JAGUNG DAN DEGRADASI LINGKUNGAN: KRISIS STRUKTURAL PERTANIAN DAN TANTANGAN TRANSFORMASI BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUMBAWA
Abstract
Ekspansi komoditas jagung di Kabupaten Sumbawa dalam satu dekade terakhir mendorong peningkatan produksi yang signifikan, namun secara simultan memicu degradasi lahan yang kritis. Lebih dari 74% wilayah kabupaten berada dalam kategori cukup kritis hingga sangat kritis, mengindikasikan bahwa sistem produksi yang berjalan telah melampaui kapasitas daya dukung ekologis. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis karakteristik agroekologi dan dinamika sistem pertanian di Kabupaten Sumbawa; (2) mengkaji hubungan kausal antara ekspansi jagung dan degradasi lingkungan melalui pendekatan systems thinking; (3) mengembangkan model pertanian terpadu berbasis spesifik lokasi; dan (4) menilai potensi keberlanjutan model dari dimensi ekologis, ekonomi, dan sosial. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis yang diperkaya kerangka analisis sistem, mencakup Causal Loop Diagram (CLD), analisis kebijakan multisektoral, dan pengembangan model konseptual berbasis data sekunder dari BPS, KLHK, BNPB, dan literatur ilmiah terindeks Scopus/Web of Science. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ekspansi jagung membentuk dua reinforcing loop yang saling memperkuat degradasi lingkungan: (1) loop ekspansi produksi dan (2) loop risiko bencana hidrologi. Model pertanian terpadu yang dikembangkan mengintegrasikan agroforestri, sistem tanaman-ternak, konservasi tanah dan air, serta diversifikasi usaha tani sebagai mekanisme untuk memutus siklus degradasi. Evaluasi tiga dimensi keberlanjutan menunjukkan potensi positif yang signifikan, dengan prasyarat utama berupa dukungan kelembagaan lintas sektor dan program adopsi petani yang terstruktur.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


