PERTUMBUHAN, DAYA SAING, DAN RISIKO EKSPOR CRUDE PALM OIL INDONESIA SELAMA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BIODISEL
Abstract
Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir utama minyak kelapa sawit mentah atau “CPO” dunia. Pemerintah Indonesia berinovasi untuk mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN), yakni biodiesel dengan bahan baku yang berasal dari campuran solar dan CPO melalui kebijakan biodiesel. Pemakaian CPO sebagai bahan baku biodiesel tentunya akan menambah beban kebutuhan CPO di pasar domestik dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilisasi besaran alokasi CPO antara komoditas ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, daya saing, dan risiko ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel. Metode penelitian menggunakan perhitungan pertumbuhan standar, revealed comparative advantage (RCA), indeks spesialisasi perdagangan (ISP), dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2023 mengalami peningkatan pertumbuhan volume ekspor sebesar 82,8% dengan daya saing yang tinggi di pasar internasional dan memiliki tingkat risiko rendah. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan, memperkuat daya saing, dan mempertahankan tingkat risiko rendah ekspor CPO Indonesia dapat dilakukan dengan menjaga keberlanjutan ekosistem tanaman kelapa sawit yang berkualitas, menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan sosial masyarakat yang terdampak, serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan atau regulasi yang berlaku.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


