2. Dampak Sosial Pengembangan Pengelolaan Kawasan Tambak Udang Berkelanjutan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat

Social impacts of management development of sustainable shrimp aquaculture zone in Dompu Regency, West Nusa Tenggara

  • Abubakar Abubakar Fakultas Pertanian Universiatas Mataram
  • B. Widigdo, R. Dahuri dan S. Budiharsono Fakultas Pertanian Universiatas Mataram
Keywords: special impacts, trade off analysis, and sustainable shrimp culture management., dampak sosial, analisa trade off, management kawasan budidaya udang.

Abstract

Abstract

The aims of this research are (a) to asses social impacts on existing shrimp culture zone management (b) to predict social impacts of sustainable shrimp culture area management development. The research was conducted in Dompu Regency, West Nusa Tenggara using survey, and stakeholders’ participatory methods. The collected data was analyzed under descriptive, laboratory and trade off analyses. The result shows that the existing shrimp culture zone management employed 27,871.29 man days of the workforce and induced low growth to the informal sector.  The total areas of sustainable shrimp culture area management is 2,350 ha, consisting of 325.5 ha intensive; 117.5 ha semi-intensive and 1,880 ha traditional cultures. It was predictied that the sustainable shrimp culture management would create larger employment (124,146.98 man days) and promote higher growth to the informal sector.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (a) untuk menilai dampak sosial pada pengelolaan kawasan tambak udang (b) untuk memprediksi dampak sosial pengembangan pengelolaan kawasan tambak udang berkelanjutan.  Penelitian ini telah dilakukan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan metoda survey, dan partisipasi stakeholders. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, laboratorium dan trade Off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial budidaya tambak udang dapat menyerap tenaga kerja sebesar 27 871,29 HKO dan perkembangan sektor informal rendah. Luas kawasan budidaya tambak udang berkelanjutan adalah 2 350 ha (50 % dari potensi kawasan) yang terdiri atas penggunaan 325,5 ha tambak intensif; 117,5 ha tambak semi intensif dan 1 880 ha tambak tradisional. Dengan budidaya tambak udang berkelanjutan ini, diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebesar 124 146,98 HKO dan perkembangan sektor informal yang tinggi.

Author Biographies

Abubakar Abubakar, Fakultas Pertanian Universiatas Mataram

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Unram

B. Widigdo, R. Dahuri dan S. Budiharsono, Fakultas Pertanian Universiatas Mataram

Jurusan MSP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Published
2018-05-22