JURNAL AGRIMANSION https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri <p>Jurnal ilmiah AGRIMANSION diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember) oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram sebagai media informasi dan forum pengkajian masalah agribisnis dan sosial ekonomi pertanian.&nbsp; Naskah-naskah yang diterima adalah&nbsp;&nbsp;&nbsp; hasil penelitian, pemikiran/gagasan atau telaahan konseptual/teoritis yang mengkaji aspek-aspek agribisnis dan sosial ekonomi pertanian secara luas seperti manajemen produksi dan pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, kebijakan pembangunan pertanian, perencanaan wilayah, analisis gender, gizi masyarakat dan sosiologi pedesaan.&nbsp; Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah diterbitkan atau dalam proses penerbitan pada publikasi apapun, baik dalam maupun luar negeri.Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.</p> en-US [email protected] (ANWAR) [email protected] (Muhammad Nursan) Mon, 29 Jun 2026 02:26:30 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 MODEL PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2056 <h1>Penelitian ini bertujuan menganalisis model peningkatan pendapatan petani padi sawah melalui peran kompetensi dan kegiatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan pengetahuan usahatani sebagai variabel <em>intervening</em>. Permasalahan utama penelitian adalah belum optimalnya pendapatan petani meskipun telah memperoleh pendampingan penyuluhan. Penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang menggunakan metode analisis <em>Structural Equation Modelling Partial Least Square </em>(SEM-PLS). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 85 petani padi sawah di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh dan kegiatan penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan usahatani. Secara tidak langsung, kompetensi dan kegiatan penyuluh memengaruhi pendapatan melalui pengetahuan petani sebagai variabel <em>intervening</em>. Model peningkatan pendapatan petani padi sawah menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan intensitas kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan kesejahteraan petani padi sawah.</h1> Sherly Amanda, Yusniar Lubis, Endang Sari Simanullang ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2056 Sun, 28 Jun 2026 12:30:26 +0000 ANALISIS KETERPADUAN PASAR ANTAR WILAYAH KABUPATEN DALAM SISTEM PEMASARAN KEDELAI DI PULAU LOMBOK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1983 <p>Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis keterpaduan pasar kedelai dalam jangka pendek dan jangka Panjang dalam system pemasaran kedelai di Pulau Lombok, dengan metode deskriptif menggunakan&nbsp; data sekunder waktu berkala (time series) bulanan periode tahun 2015 sampai dengan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam jangka pendek, tidak terdapat keterpaduan pasar antar kabupaten/kota dalam system pemasaran kedelai di Pulau Lombok. Hal ini ditentukan oleh nilai ꞵ1 antar pasar rujukan dengan pasar lokal yang signifikan dengan nol (ꞵ1 ≠ 0) dengan Nilai IMC 0,5773 sampai 30,0590. (2) Dalam jangka panjang terjadi keterpaduan pasar antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat dan&nbsp; Lombok Tengah dengan Mataram begitu juga sebaliknya.</p> <p>_</p> Efendy Efendy, Nurtaji Wathoni ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1983 Sun, 28 Jun 2026 12:47:48 +0000 ANALISIS NILAI TAMBAH GREEN BEAN KOPI ARABIKA (STUDI KASUS: PETANI KOPI ARABIKA DI KECAMATAN NAMAN TERAN) https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2054 <h1>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah kopi gabah menjadi kopi dalam bentuk <em>green bean</em>. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gung Pinto dan Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 petani <em>green bean</em> dan 69 orang petani gabah. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang. Penelitian menggunakan pendekatan <em>mixed-method</em> dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis nilai tambah menggunakan pendekatan metode analisis Hayami dengan tujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan kopi gabah menjadi <em>green bean</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih menjual kopi dalam bentuk gabah, dengan pengolahan <em>green bean</em> yang masih sangat terbatas. Hasil analisis menunjukkan nilai output olahan yang dihasilkan sebesar Rp 70.909/kg, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopi menjadi <em>green bean </em>sebesar Rp 16.962,09/kg dengan rasio 24%, yang menunjukkan adanya peningkatan nilai ekonomi pengolahan kopi gabah menjadi kopi <em>green bean</em>.</h1> Bagus Arif Prabowo, Zulkarnain Lubis, Syahbudin Hasibuan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2054 Sun, 28 Jun 2026 12:59:34 +0000 PARADOKS EKSPANSI JAGUNG DAN DEGRADASI LINGKUNGAN: KRISIS STRUKTURAL PERTANIAN DAN TANTANGAN TRANSFORMASI BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SUMBAWA https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2085 <p>Ekspansi komoditas jagung di Kabupaten Sumbawa dalam satu dekade terakhir mendorong peningkatan produksi yang signifikan, namun secara simultan memicu degradasi lahan yang kritis. Lebih dari 74% wilayah kabupaten berada dalam kategori cukup kritis hingga sangat kritis, mengindikasikan bahwa sistem produksi yang berjalan telah melampaui kapasitas daya dukung ekologis. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis karakteristik agroekologi dan dinamika sistem pertanian di Kabupaten Sumbawa; (2) mengkaji hubungan kausal antara ekspansi jagung dan degradasi lingkungan melalui pendekatan <em>systems thinking</em>; (3) mengembangkan model pertanian terpadu berbasis spesifik lokasi; dan (4) menilai potensi keberlanjutan model dari dimensi ekologis, ekonomi, dan sosial. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis yang diperkaya kerangka analisis sistem, mencakup <em>Causal Loop Diagram </em>(CLD), analisis kebijakan multisektoral, dan pengembangan model konseptual berbasis data sekunder dari BPS, KLHK, BNPB, dan literatur ilmiah terindeks Scopus/Web of Science. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ekspansi jagung membentuk dua <em>reinforcing loop </em>yang saling memperkuat degradasi lingkungan: (1) loop ekspansi produksi dan (2) loop risiko bencana hidrologi. Model pertanian terpadu yang dikembangkan mengintegrasikan agroforestri, sistem tanaman-ternak, konservasi tanah dan air, serta diversifikasi usaha tani sebagai mekanisme untuk memutus siklus degradasi. Evaluasi tiga dimensi keberlanjutan menunjukkan potensi positif yang signifikan, dengan prasyarat utama berupa dukungan kelembagaan lintas sektor dan program adopsi petani yang terstruktur.</p> Ivan Indrajaya, Dahlanuddin Dahlanuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2085 Sun, 28 Jun 2026 13:48:00 +0000 MODEL KEBERLANJUTAN SISTEM SOSIAL-EKOLOGI DAN AKUAKULTUR CERDAS IKLIM BERBASIS SILVOFISHERY PADA LANSKAP HUTAN MANGROVE NANGA SIRA, KABUPATEN SUMBAWA https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2087 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Integrasi pelestarian mangrove dan budidaya akuakultur (silvofishery) di kawasan pesisir Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa, menghadapi tantangan transisi teknologi dan sinkronisasi kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran institusi tingkat desa (BUMDes dan POKDARWIS) dalam adopsi Climate-Smart Aquaculture (CSA) melalui kerangka Social-Ecological System (SES) Ostrom, mengukur dampak teknologi bertenaga surya dan pendederan benur, memetakan kendala teknis, ekonomi, dan sosial, serta merumuskan rekomendasi lintas pemangku kepentingan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-sintesis melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap publikasi terkini dan dokumen kebijakan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keselarasan aktor lokal dalam kerangka SES merupakan prasyarat keberhasilan transfer teknologi CSA yang berujung pada resolusi triple win, yaitu peningkatan produktivitas tambak (berdasarkan data sekunder kawasan) dari 0,4 ton menjadi 1 ton per hektar, dekarbonisasi operasional melalui energi surya, pelestarian ekosistem pesisir, dan revitalisasi kearifan lokal (Basiru dan Lar). Kendala literasi tata kelola, tingginya biaya infrastruktur silvofishery, dan konflik tata ruang menuntut kolaborasi strategis pemerintah, swasta, dan akademisi. Penelitian ini menyumbang model keterpaduan multisektor berbasis konservasi yang memadukan kerangka kelembagaan SES dengan teknologi akuakultur presisi pada lanskap mangrove.</p> <p>&nbsp;</p> Erma Hadi Suryani, Dahlanuddin Dahlanuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2087 Sun, 28 Jun 2026 13:52:05 +0000 PENGARUH DUKUNGAN PENYULUHAN DAN KAPASITAS PETANI TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI ORGANIK https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2057 <p>Pengembangan padi organik memerlukan dukungan penyuluhan yang intensif guna meningkatkan kapasitas petani yang pada akhirnya dapat mendorong keberlanjutan usahatani. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari dukungan dukungan penyuluhan dan kapasitas petani terhadap keberlanjutan usahatani padi organik di Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan alat analisis SEM-PLS. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh terhadap 47 petani padi organik di Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani padi organik di Kecamatan Cihaurbeuti dipengaruhi oleh dukungan penyuluhan dan kapasitas petani. Lalu, keberlanjutan usahatani juga dipengaruhi oleh dukungan penyuluhan melalui kapasitas petani sebagai variabel mediasi. Hasil temuan ini memberikan indikasi bahwa dukungan penyuluhan perlu terus ditingkatkan dengan menjaga intensitas pendampingan guna mendorong kapasitas petani yang lebih optimal dalam upaya menciptakan usahatani secara berkelanjutan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Keberlanjutan Pertanian, Ramah Lingkungan, Padi, Penyuluhan, Pertanian Organik.</p> Rahmania Nur Agustini, Ramdan Ramdan, Dina Agustina, Mega Susanti, Dadun Abdul Mugis ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2057 Mon, 29 Jun 2026 03:18:28 +0000 DAYA DUKUNG DIMENSI EKONOMI-SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1909 <p class="paragraf"><span style="font-size: 10.0pt;">Daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan pada usahatani jagung merupakan aspek krusial dalam melihat potensi keberlanjutan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk megnanalisis daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan pada usahatani jagung lahan kering di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Pujut sebagai sentra produksi jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Responden ditentukan sebanyak 40 petani jagung secara purposive sampling. Analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui daya dukung dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dalam mendukung usahatani jagung menggunakan indikator yang dianalisis dengan scoring menggunakan pendekatan skala likert. Hasil menunjukkan dimensi sosial memiliki daya dukung tinggi, dan dimensi ekonomi memiliki daya dukung cukup tinggi terhadap usahatani jagung. Sedangkan dimensi ekologi memiliki daya dukung rendah terhadap usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah. <a name="_Hlk208440348"></a>Rendahnya penerapan input organik, rotasi tanaman, dan pemanfaatan teknologi konservasi air menandakan bahwa keberlanjutan ekologi belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem usaha tani jagung. </span></p> Asri Hidayati, Abdullah Usman, Muhamad Siddik, Fadli Fadli, Dudi Septiadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1909 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 KEMAMPUAN PETANI MENGELOLA INPUT PRODUKSI DAN RISIKO USAHATANI CABAI BESAR DI PULAU LOMBOK, INDONESIA https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2090 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani cabai besar di Pulau Lombok. Penelitian menggunakan metode eksplanatif, lokasi penelitian ditentukan secara bertingkat berdasarkan ketinggian tempat dan sentra produksi cabai besar. Petani yang dijadikan responden sebanyak 90 orang, dipilih secara random. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur, <em>, </em>observasi lapangan, survai virtual dan studi literature. Data produksi dan input produksi dianalisis secara deskriptif kuantitatif; risiko usahatani dianalisis dengan coefisien variasi. Kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani dianalisis menggunakan regresi model type Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum petani cabai besar di Pulau Lombok mampu mengelola input produksi dan risiko usahatani secara teknis; namun belum mampu mengelola secara ekonomi, karena petani tidak mampu mengendalikan dan memprediksi harga input dan harga output yang ditentukan oleh mekanisme pasar. Input produksi yang belum mampu dikelola secara teknis dan ekonomi adalah bibit dan ajir. Bibit cabai penggunaan berlebihan; sedangkan ajir penggunaannya sebagian tidak tepat waktu.</p> Muhamad Siddik, Muhammad Nursan, Lalu Wiresapta Karyadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2090 Mon, 29 Jun 2026 14:33:31 +0000 FARMER PERSPECTIVES ON RICE-FISH FARMING INNOVATION AND RISK IN SUNGAI REBO VILLAGE, BANYUASIN REGENCY https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2032 <p>Rice-fish farming (<em>Mina Padi</em>) has been promoted as an integrated agribusiness strategy in tidal lowland areas. This study analyzed farmer characteristics, perceived innovation attributes, farming risks, and organizational experience in Sungai Rebo Village, Banyuasin Regency. A descriptive quantitative approach was applied using survey data from 100 rice farmers, analyzed through a Likert-scale index and boxplot visualization. Compatibility (mean = 3.86), trialability (3.82), and observability (3.87) cluster at higher Likert values, while relative advantage is perceived as moderate (3.69). Complexity displays the widest dispersion and the lowest mean score (3.18), indicating heterogeneous technical understanding among farmers. Perceived farming risks are dominated by economic and biological factors, particularly price fluctuation (3.94), low productivity (3.85), and pest and disease attacks (3.74). In contrast, flooding and dyke construction costs are consistently rated as very low risk (mean = 1.00). Organizational experience is generally moderate to high, with organizational status recording the highest mean (4.17), whereas information and technology utilization show greater variability (3.49 and 3.44). These findings indicate that farmers’ evaluations of rice–fish farming are primarily influenced by perceived manageability, economic uncertainty, and organizational capacity rather than environmental constraints alone.</p> Dewi Safitri, Dessy Adriani, Yulian Junaidi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2032 Mon, 29 Jun 2026 14:56:27 +0000 PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK PANGAN LOKAL SAGU DI KOTA AMBON https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2009 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan digital marketing dan knowledge management terhadap peningkatan penjualan produk pangan lokal sagu di Kota Ambon. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya efektivitas penggunaan media digital serta belum optimalnya pengelolaan pengetahuan dalam UMKM pengolahan sagu, sehingga penjualan belum berkembang sesuai potensi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, serta regresi sederhana untuk menguji pengaruh masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh negatif terhadap penjualan. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan platform digital oleh UMKM belum dilakukan secara optimal sehingga tidak memberikan dampak positif terhadap transaksi. Sebaliknya, knowledge management berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan melalui peningkatan kualitas produksi, inovasi, dan efektivitas operasional. Uji simultan menunjukkan kedua variabel bersama-sama memberikan pengaruh terhadap penjualan meskipun kontribusi terbesar berasal dari knowledge management. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas digital sekaligus penguatan sistem pengelolaan pengetahuan untuk mendorong pertumbuhan usaha sagu di Kota Ambon.</p> Keysya Gloria Aijal ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2009 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 E-COMMERCE ADOPTION AS A COMPETITIVE CATALYST FOR MSMES: INSIGHTS FROM DIGITAL TRANSFORMATION IN EMERGING ECONOMIES https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2007 <p>This study investigates e-commerce adoption among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in emerging countries like Indonesia, where urban centers are rapidly expanding and digital economies are growing. Using Pekanbaru City as a case study, the research highlights persistent challenges that hinder e-commerce growth in these markets. A Technology-Organization-Environment (TOE) framework is developed to identify key factors influencing MSMEs’ decisions to adopt e-commerce platforms. The study analyzes variables including human resources and organizational awareness, compatibility and relative advantage, as well as market pressure, digital readiness, and government support. Primary data from 110 MSMEs in Pekanbaru were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Findings show that relative advantage, human resource capacity, and government support significantly affect e-commerce adoption, while compatibility, awareness, and market readiness do not. These insights offer theoretical and practical guidance for policymakers and business leaders aiming to accelerate digital transformation. Ultimately, the study presents a policy framework to promote sustainable and equitable economic growth by enabling MSMEs in developing urban areas to adopt digital technologies effectively.</p> Meilisa Meilisa, Hefrizal Handra, Hafiz Rahman, Febriandi Prima Putra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2007 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI TAHU LOLOR DI KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1835 <p>Lolor tofu is a typical tofu product from Masbagik District, East Lombok Regency. Lolor tofu is made from soybeans which has a different texture from tofu in general. The texture of lolor tofu is relatively smooth and chewy with a shape like a cow's brain (lolor). The texture and shape of lolor tofu are characteristic so that it is very popular with consumers. However, producers have not been able to develop their business to a larger scale, marketing of lolor tofu is still small-scale or home-based. This is because producers do not yet know the strategy used to develop a lolor tofu business. This study aims to: Determine the internal and external factors of developing a lolor tofu production business in Masbagik District and formulate a strategy for developing a lolor tofu production business in Masbagik District. The method used in this study is a descriptive method. The unit of analysis of this study is the lolor tofu consumer. The number of respondents was determined by quota sampling of 10 respondents each in each selected hamlet so that the total number of respondents was 30 respondents. The determination of respondents was carried out using an accidental sampling approach, and analyzed using a SWOT analysis. he analysis results obtained several strategies, namely 1). Optimizing the supply of local raw materials with government support. 2). Utilizing the distinctive taste to attract healthy consumers to expand the tofu lolor market by promoting the product through digital platforms. 3). Business management training from related agencies on packaging design and branding, legality and distribution permits through online platforms. 4). Establishing partnerships with cooperatives or BUMDes for access to capital. 5). Optimizing the supply of local raw materials with government support. 6). Utilizing the distinctive taste to attract healthy consumers to expand the tofu lolor market by promoting the product through digital platforms. 7). Improving production quality to be able to compete by designing product labels according to BPOM/PIRT standards. 8). Diversifying products and marketing channels to strengthen appeal.</p> Eko Supriastuti, Mutiara Mita Kasia, Farah Ainul Jamil ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1835 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2061 <p>This study aims to analyze the influence of employee competence and the work environment on employee performance in improving public services at the East Baturaja Subdistrict Office in OKU Regency. The problem addressed in this study is the suboptimal performance of employees, which impacts the quality of public services. The research method employed is a quantitative descriptive approach. This study uses saturation sampling, or a census, in which the entire population of 45 employees was included as the research sample. The results of the study revealed that the calculation of the Competence variable (X1) against Employee Performance (Y) yielded a significance value of 0.000 &lt; 0.05. Meanwhile, the Work Environment variable (X2) against Employee Performance (Y) yielded a significance value of 0.005 &lt; 0.05. Simultaneously, a significant F-value of 0.000 &lt; 0.05 was obtained. The R-squared value is 0.586. It can therefore be concluded that the independent variables—Competence (X1) and Work Environment (X2)—have a partial and simultaneous effect on Employee Performance (Y) of 58.6%, while the remainder is attributed to variables outside the scope of this study.</p> Eca Novianty, Yunita Sari, Yetty Oktarina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2061 Sun, 19 Jul 2026 07:49:22 +0000 THE EFFECT OF DRONE USE AND DIGITALISATION TRAINING ON WORK PERFORMANCE MEDIATED BY WORK MOTIVATION AT PTPN IV REGIONAL I https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2030 <p>PT Perkebunan Nusantara (PTPN) is currently undergoing a significant digital transformation phase by integrating drone technology into its plantation operations. PTPN already has Unmanned Aerial Vehicles (UAVs)/drones, which are mainly used for mapping areas and counting oil palm trees. The total plantation area of 101,733.53 hectares is supported by 36 drone units, with technology acceptance influenced by perceived usefulness and perceived ease of use. At PTPN IV, the proportional distribution of drones supports the perception that this technology is useful (speeding up monitoring) and easy to use (through training), thereby encouraging widespread adoption and increased productivity. The researchers aimed to analyse the effect of drone use and digitalisation training on work performance through work motivation. This study used a quantitative approach combined with descriptive qualitative data to reinforce the findings through interviews with structural equation modelling data analysis with a sample size of 83 employees. The results of the study indicate that digital transformation through the use of drones and digitalisation training plays an important role in increasing employee motivation and work performance at PTPN IV, although the effect is not entirely direct. The use of drones has been shown to be more dominant in driving work motivation than directly improving work performance, indicating that new technology tends to increase enthusiasm, interest, and perceptions of work progress before actually impacting performance output. Conversely, digitalisation training provides a more consistent and stronger contribution to work performance, both directly and through increased work motivation. Work motivation itself acts as an intervening variable that strengthens the relationship between technology and performance, although its direct influence on work performance is not yet fully optimal.</p> Mulia Surya Darma, Siti Mardiana, Dian Noviandri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2030 Sun, 19 Jul 2026 07:53:45 +0000 PENGARUH MITRA USAHA MELALUI KAPABILITAS PETANI TERHADAP PEMBERDAYAAN PETANI KOPI DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2062 <h1>Koperasi pertanian berperan dalam menyediakan kebutuhan, mendukung produksi, dan membantu pemasaran hasil panen, sekaligus mendorong pemberdayaan dan peningkatan kapabilitas petani. Namun, petani kopi arabika di Sipirok dan Saipar Dolok Hole masih menghadapi kendala seperti ketergantungan pada tengkulak dan rendahnya tingkat pendidikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh mitra usaha terhadap pemberdayaan petani dan pengaruh tidak langsung mitra usaha terhadap pemberdayaan petani melalui kapabilitas petani. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Berkah Bersama Darul Mursyid, Kecamatan Saipar Dolok Hole, dan Syariah Maju Bersama, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode analisis menggunakan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling </em>(PLS SEM). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 petani. Hasil penelitian ini adalah bahwa mitra usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan petani kopi dan terdapat pengaruh tidak langsung mitra usaha melalui kapabilitas petani secara signifikan dengan tanda positif terhadap pemberdayaan petani kopi di Kabupaten Tapanuli Selatan.</h1> Alpin Risyad Ritonga, Zulkarnain Lubis, Endang Sari Simanullang ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2062 Sun, 19 Jul 2026 07:57:54 +0000 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PANGAN LOKAL ENBAL DI KOTA TUAL https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2047 <p>This research aims to analyze the digital marketing strategy for enbal local food in Tual City by reviewing obstacles, formulating strategies, and determining the main strategies that can be applied by home industry players (IRT). The research approach uses a descriptive qualitative method utilizing SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in enbal digital marketing. The results show that the main strengths of enbal products lie in the uniqueness of raw materials, distinctive taste, and cultural value, while weaknesses include low digital literacy of business actors, limited packaging, and production capacity. In terms of opportunities, the increasing trend of local food consumption, high use of social media, and government support for digitalization of MSMEs are driving factors. The threats come from competition with modern food products, high distribution costs in the archipelago, and low interest of young generation in traditional food. Based on SWOT mapping, the recommended main strategies are strengthening digital branding, improving packaging quality, developing creative promotion content, and enhancing digital capabilities of business actors. This research is expected to be a reference for MSME players in optimizing digital marketing to expand market access and increase the competitiveness of enbal products in Tual City.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords: digital marketing, enbal, marketing strategy,&nbsp;SWOT,&nbsp;MSME</p> Martha Cyclop Putry Reimialy, Natelda R Timisela, Tienni M Simanjorang ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2047 Wed, 29 Jul 2026 06:15:32 +0000 EFISIENSI TEKNIS USAHATANI TEBU DAN KAITANNYA DENGAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PETANI: STUDI KASUS DI KABUPATEN KEDIRI https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1880 <h1>Efisiensi teknis, yang mencerminkan kemampuan petani untuk mengubah masukan menjadi keluaran, merupakan indikator kunci dalam mengevaluasi kinerja pertanian. Studi ini mengintegrasikan analisis efisiensi teknis dengan faktor-faktor psikologis, khususnya sikap kewirausahaan, yang masih kurang dieksplorasi dalam konteks pertanian tebu. Tujuannya adalah untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi teknis, (2) menilai sikap kewirausahaan petani tebu, dan (3) memeriksa korelasi antara sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengukur efisiensi teknis, menggunakan asumsi Constant Returns to Scale (CRS) dan Variable Returns to Scale (VRS). Sikap kewirausahaan dinilai melalui enam indikator: motivasi, pengambilan risiko, efikasi diri, pengenalan peluang, inovasi, dan orientasi pertumbuhan, yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk memeriksa hubungan antara efisiensi teknis dan sikap kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tebu di Kabupaten Kediri umumnya tidak efisien secara teknis maupun skala, dengan nilai rata-rata CRS, VRS, dan efisiensi skala masing-masing sebesar 0,751, 0,868, dan 0,870. Inovasi memperoleh skor rata-rata tertinggi (4,04), sementara pengenalan peluang memperoleh skor terendah (2,44). Korelasi positif yang kuat (r = 0,775) ditemukan antara skor sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis, yang menunjukkan bahwa petani dengan sifat kewirausahaan yang lebih kuat cenderung beroperasi lebih efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan efisiensi usahatani sebaiknya tidak hanya bergantung pada input fisik atau teknologi, tetapi juga mencakup program-program yang mendorong kapasitas kewirausahaan di kalangan petani tebu.</h1> Arief Joko Saputro, Dina Kartika Sari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1880 Wed, 29 Jul 2026 06:27:29 +0000 STRATEGI MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BENIH PADI DI INDONESIA https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1998 <p>Program kemandirian benih padi merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memberdayakan petani lokal dalam memproduksi, mengelola, dan menggunakan benih padi unggul secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan benih dari luar. Melalui program ini, petani diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih sendiri, meningkatkan kualitas hasil pertanian, sekaligus mengurangi beban biaya produksi. Mendukung kemandirian benih juga berarti memperpendek rantai distribusi benih sehingga risiko keterlambatan maupun kelangkaan dapat diminimalkan. Pelaksanaan program kemandirian benih padi penting untuk dikaji dan dievaluasi secara komprehensif. Evaluasi yang dilakukan dapat mengidentifikasi kendala di lapangan, potensi inovasi, serta rekomendasi pengembangan program agar lebih efektif dan berkelanjutan yang dilakukan di tiga Provinsi, yaitu Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan model strategi dalam menciptakan kemandirian benih padi di Indonesia agar dapat mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah MULTIPOL (Multicriteria Policy) yang menggunakan prinsip integrated participatory approach dan Metode Multi Criteria Decision Making (MCDM). Hasil scenario, policy, dan action terpilih untuk mendukung Model SiPEKA BENIH adalah saat scenario penguatan supply benih padi terlaksana maka policy yang dapat mendukung yakni kerjasama offtaker, proteksi lumbung benih padi, dan menguatkan cadangan benih padi nasional, adapun action yang mensupportnya adalah pendampingan mentor lapangan, dan kolaborasi dengan dunia pendidikan, badan usaha milik negara maupun milik daerah, mitigasi bencana, memperkuat perjanjian dengan offtaker, dan pengembangan varietas (termasuk dalam difersivikasi varietas).</p> Indri Arrafi Juliannisa, Khusnul Khatimah, Sarah Ghania, Viyolanda Azrimultiya, Fadhli Suko Wiryanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/1998 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERTUMBUHAN, DAYA SAING, DAN RISIKO EKSPOR CRUDE PALM OIL INDONESIA SELAMA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BIODISEL https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2034 <p>Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir utama minyak kelapa sawit mentah atau “CPO” dunia. Pemerintah Indonesia berinovasi untuk mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN), yakni biodiesel dengan bahan baku yang berasal dari campuran solar dan CPO melalui kebijakan biodiesel. Pemakaian CPO sebagai bahan baku biodiesel tentunya akan menambah beban kebutuhan CPO di pasar domestik dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilisasi besaran alokasi CPO antara komoditas ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, daya saing, dan risiko ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel. Metode penelitian menggunakan perhitungan pertumbuhan standar<em>, revealed comparative advantage </em>(RCA), indeks spesialisasi perdagangan (ISP), dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2023 mengalami peningkatan pertumbuhan volume ekspor sebesar 82,8% dengan daya saing yang tinggi di pasar internasional dan memiliki tingkat risiko rendah. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan, memperkuat daya saing, dan mempertahankan tingkat risiko rendah ekspor CPO Indonesia dapat dilakukan dengan menjaga keberlanjutan ekosistem tanaman kelapa sawit yang berkualitas, menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan sosial masyarakat yang terdampak, serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan atau regulasi yang berlaku.</p> Ravitro Bagus Ersa Wardana, Teguh Soedarto, Nisa Hafi Idhoh Fitriana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2034 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA AGROWISATA BELIMBING MOYOKETEN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG MELALUI ANALISIS MULTIDIMENSIONAL SCALING https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2060 <h1>Meningkatnya tren nasional agrowisata memunculkan persaingan yang semakin ketat antar destinasi. Agrowisata Belimbing Moyoketen juga masih menghadapi kendala berupa lemahnya integrasi antar pelaku usaha serta terdapat potensi ketidaksesuaian antara praktik lapangan dengan konsep <em>Community Based Tourism</em> (CBT) yang seharusnya inklusif dan adaptif. Kondisi ini dalam jangka panjang tentu dapat mengancam keberlanjutan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi keberlanjutan usaha ditinjau dari 5 dimensi keberlanjutan, meliputi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan infrastruktur serta menganalisis atribut penilaian paling berpengaruh terhadap keberlanjutan agrowisata. Sampel pada penelitian ini berjumlah 47 orang yang terdiri dari pihak internal dan eksternal menggunakan teknik <em>purposive </em>dan <em>accidental sampling</em>. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis keberlanjutan <em>Multidimensional Scaling</em> (MDS) Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 41 atribut yang dikelompokkan ke dalam 5 dimensi keberlanjutan. Hasil penilaian MDS Rapfish didapatkan 21 atribut sensitif yang dibagi menjadi 2 atribut sensitif pada dimensi ekologi, 4 atribut sensitif pada dimensi ekonomi, 5 atribut sensitif pada dimensi sosial, 6 atribut sensitif pada dimensi kelembagaan, dan 4 atribut sensitif pada dimensi infrastruktur. Secara multidimensi, Agrowisata Belimbing Moyoketen memiliki nilai indeks sebesar 51,26% dengan status cukup berkelanjutan.</h1> <h1>&nbsp;</h1> Azki Nur Halimah, Mubarokah Mubarokah, Taufik Setyadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://agrimansion.unram.ac.id/index.php/Agri/article/view/2060 Fri, 31 Jul 2026 00:00:00 +0000