4. Factors Associated to Rural Households’Access to Financial Services in Rural Lombok, Indonesia

Faktor-faktor Berasosiasi Dengan Akses Rumahtangga Pedesaan Pada Jasa Keuangan Pedesaan di Pedesaan Lombok Indonesia

  • I Ketut Budastra Fakultas Pertanian Universiatas Mataram
Keywords: Jasa keuangan, Pedesaan, Lombok Indonesia, Financial Services, Rural, Lombok, Indonesia

Abstract

Abstrak

Dalam upaya untuk memahami tingkah laku menabung dan meminjam rumah tangga pedesaan di Lombok, Paper ini menganalisa faktor-faktor yang berasosiasi dengan akses rumah tangga pada jasa keuangan mikro dengan menggunakan data survai 180 rumah tangga yang diambil secara acak dari 6 desa dan 3 kabupaten di Lombok, Indonesia. Keberartian dari asosiasi antar faktor-faktor dalam penelitian ini diuji dengan uji Chi-square, Korelasi atau T-test tergantung pada jenis datanya. Ditemukan bahwa akses rumah tangga pada jasa tabungan berasosiasi secara berarti dengan karakteristik sosial ekonomi dan menabung-meminjam  rumah tangga itu sendiri. Karakteristik sosial ekonomi rumah tangga dimaksud adalah jenis pekerjaan, adanya pegawai negeri dalam keluarga, pendapatan, kecukupan pendapatan, agama, pendidikan, dan kepemilikan ketrampilan khusus. Sementara, karakteritik menabung-meminjam rumah tangga dimaksud meliputi: rasa percaya diri berurusan dengan lembaga keuangan, kepemilikan kredit formal, tabungan informal dan kredit infomal. Faktor-faktor tersebut menggambarkan kapasitas dan preferensi menabung rumah tangga pada lembaga keuangan formal. Akses rumah tangga pada layanan jasa kredit formal juga berasosiasi secara berarti karakteristik sosial ekonomi dan karakteritik menabung-meminjam rumah tangga itu sendiri. Karakteristik sosial ekonomi dimaksud adalah jenis pekerjaan kepala rumah tangga, keberadaan pegawai negeri dalam keluarga, dan pendidikan kepala rumah tangga. Karakteristik menabung-meminjam rumah tangga dimaksud meliputi: rasa percaya diri berurusan dengan lembaga keuangan, kepemilikan tabungan formal, kepemilikan kredit informal, dan jumlah kredit. Faktor-faktor ini pada intinya adalah menggambarkan kebutuhan kredit dari rumah tangga dan preferensi lembaga keuangan pada rumah tangga peminjam.

 

Abstract

In an attempt to understand  saving and credit behaviours of rural households in Lombok, this paper analyzed factors associated with the households’ access to financial services, using a survey data of 180 households randomly selected from 6 villages and 3 districts in Lombok, Indonesia. The data collection was carried out from January-June 2007. Factor associations were tested using Chi-square, Correlation and/or t-test, whichever is appropriate, depending on data measurement.

It was found that the households’ access to formal savings is associated with their socio-economic and banking characteristics. The former includes occupation, government employee, income, income sufficiency, religion, education, specific skill, and banking confidence while the latter includes formal credit possession, informal saving possession, and informal credit possession. These factors essencially reflect their saving capacity and preference toward formal savings. The households’ access to formal credits is associated with the socio-economic characteristics and banking characteristics of the households. The former include occupation, government employee possession, and education while the latter include banking confidence, formal saving possession, informal credit possession and total credit amounts. These factors reflect the households’ credit need and preference along with the financial institutions’ preference toward borrowers.

Published
2018-06-07