EFISIENSI TEKNIS USAHATANI TEBU DAN KAITANNYA DENGAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PETANI: STUDI KASUS DI KABUPATEN KEDIRI
Abstract
Efisiensi teknis, yang mencerminkan kemampuan petani untuk mengubah masukan menjadi keluaran, merupakan indikator kunci dalam mengevaluasi kinerja pertanian. Studi ini mengintegrasikan analisis efisiensi teknis dengan faktor-faktor psikologis, khususnya sikap kewirausahaan, yang masih kurang dieksplorasi dalam konteks pertanian tebu. Tujuannya adalah untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi teknis, (2) menilai sikap kewirausahaan petani tebu, dan (3) memeriksa korelasi antara sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengukur efisiensi teknis, menggunakan asumsi Constant Returns to Scale (CRS) dan Variable Returns to Scale (VRS). Sikap kewirausahaan dinilai melalui enam indikator: motivasi, pengambilan risiko, efikasi diri, pengenalan peluang, inovasi, dan orientasi pertumbuhan, yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk memeriksa hubungan antara efisiensi teknis dan sikap kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tebu di Kabupaten Kediri umumnya tidak efisien secara teknis maupun skala, dengan nilai rata-rata CRS, VRS, dan efisiensi skala masing-masing sebesar 0,751, 0,868, dan 0,870. Inovasi memperoleh skor rata-rata tertinggi (4,04), sementara pengenalan peluang memperoleh skor terendah (2,44). Korelasi positif yang kuat (r = 0,775) ditemukan antara skor sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis, yang menunjukkan bahwa petani dengan sifat kewirausahaan yang lebih kuat cenderung beroperasi lebih efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan efisiensi usahatani sebaiknya tidak hanya bergantung pada input fisik atau teknologi, tetapi juga mencakup program-program yang mendorong kapasitas kewirausahaan di kalangan petani tebu.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


